Entri Populer

Kamis, 25 Oktober 2012

Pertamina Bangun Pembangkit Listrik dari Sampah -TEMPO.CO

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berkapasitas 120 Megawatt. Proyek yang berlokasi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, ini akan memanfaatkan 2.000 ton sampah per hari. 

"Ini membuktikan Pertamina tidak hanya fokus pada pengelolaan bisnis migas, melainkan sebagai perusahaan energi terintegrasi juga mengelola sumber-sumber energi baru dan terbarukan," kata Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Oktober 2012.


Hari menjelaskan proyek ini akan menggunakan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan dengan tingkat pemanfaatan sampah secara maksimal, dan mencapai zero waste. Pertamina menyatakan akan menyeleksi penyedia teknologi yang sudah terbukti dan memenuhi karakteristik sampah yang ada di Bantargebang.
Proyek ini diperkirakan menelan investasi sebesar US$ 180 juta. Hari mengatakan pengembangan itu tidak terlepas dari regulasi pemerintah yang mendukung tumbuhnya investasi di sektor ini.


Saat ini harga pembelian listrik (feed in tariff) dari sampah kota tanpa sisa sampah (zero waste) Rp 1.050 per kWh, dan model pembangkit sampah yang masih menyisakan sampah (landfill) menjadi Rp 850 per kWh. Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pemerintah akan menaikkan harga pembelian listrik dari PLTSa ke kisaran US$ 12 sen per kWh sampai US$ 15 sen per kWh.


Hari mengharapkan kesepakatan yang lebih mengikat dapat dilakukan pada awal Desember 2012. Pada awal Oktober, Pertamina baru menandatangani kesepakatan awal dengan PT Godang Tuajaya, pengelola TPST Bantargebang. "Kami menargetkan pada 2014 PLTSa ini dapat beroperasi dan melistriki masyarakat," kata Hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar