Entri Populer

Minggu, 29 Mei 2011

Membuat Kompos dengan Komposter Aerobik, May 2010

Berikut ini adalah tahap-tahap komposting sampah rumah tangga dengan menggunakan komposter aerobik.  
 
Tahap 1 • Pisahkan sampah organik dari sampah plastik, kaleng, kertas, kaca, dan sebagainya. • Pisahkan pula sampah organik tersebut dari sampah anorganik yang tidak dikehendaki kehadirannya atau tidak baik dikomposkan seperti tulang, ranting, kayu, dan sebagainya.
 
Tahap 2 • Sampah organik berupa sisa makanan, kulit buah, dan sisa sayuran dan daun-daunan bila ukurannya terlalu besar dicacah dengan golok/pisau/gunting hingga berukuran 0,5 - 1 cm.  
 
Tahap 3 • Masukkan sampah yang telah dicacah tersebut ke dalam komposter.  
 
Tahap 4 • Sampah yang telah dimasukan ke dalam komposter tersebut diaduk-aduk dengan cetok sehingga bercampur merata dengan kompos yang telah berada di dalam komposter. • Usahakan sampah tersebut tercampur merata dan masuk dalam tumpukan kompos.  
 
Tahap 5 • Setelah tercampur merata, selimutilah bagian permukaannya dengan karpet yang telah tersedia. • Tutuplah komposter dengan penutupnya agar terhindar dari gangguan lalat, kucing dan anjing.  
 
Tahap 6 • Pada hari berikutnya lakukanlah hal yang sama dari tahap 1 sampai 5. • Campuran sampah yang baru dimasukkan ke dalam komposter dan diaduk-aduk dengan material yang telah ada sebelumnya.  
 
Tahap 7 • Jika komposter pertama telah penuh, isilah komposter yang kedua dengan sampah seperti tahap 1, 2, 3, 4, 5 dan 6
 
Tahap 8 • Sejalan dengan waktu, setelah 2 sampai 3 bulan, komposter yang kedua akan penuh juga. • Pada saat 2 sampai 4 minggu setelah pengisian komposter kedua, sampah yang berada di komposter pertama biasanya telah menjadi kompos sehingga dapat dipanen komposnya. • Dengan pemanenan tersebut berarti komposter yang pertama dikosongkan sehingga dapat dipakai lagi untuk pengomposan siklus berikutnya, setelah komposter kedua penuh.  
 
Tahap 9 • Kompos yang telah dipanen sebaiknya diayak sebelum digunakan atau dikemas agar seragam dan homogen ukurannya. Kompos kasar yang tidak lolos ayakan dicampurkan lagi dalam pengomposan.  
 
Catatan : Ciri-ciri kompos matang adalah sebagai berikut:  Baunya seperti tanah  Warna coklat kehitaman  Bentuknya sudah hancur  Tidak menyerupai bahan awalnya  Suhunya tidak panas lagi (suhu ruangan)  
 
Tahap 10 • Kompos halus hasil pengayakan apabila belum dipakai dapat dikemas atau disimpan dalam ember dan diletakan di tempat yang tidak lembap dan terhindar dari gangguan tikus.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar