Sampah senantiasa menjadi masalah cukup besar bagi lingkungan. Sampah
berbau busuk dan membawa bakteri dan kuman dalam jumlah yang tak
terhitung. Tak ada orang yang menginginkan sampah. Tidak terhitung
berapa banyak cara dilakukan untuk membersihkan sampah. Setiap kali
membuang sampah padat, gas sampah tercipta, sehingga akhirnya
menimbulkan polusi udara. Selama ini pembuangan limbah padat di TPA
(Tempat Pembuangan Akhir) merupakan metode utama yang dipakai untuk
membuang limbah. Pembuangan limbah di TPA tidak menciptakan emisi gas
karbon namun tidak juga menghilangkan limbah padat.
Teknologi baru telah dikembangkan untuk
menghilangkan sampah padat tanpa menimbulkan polusi udara. Solusi
tersebut disebut teknologi biosphere dan melibatkan mesin biosphere.
Mesin biosphere membatasi pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer dengan
melakukan proses penghapusan limbah menyeluruh di dalam ruangan
beroksigen terbatas.
Teknologi gasifikasi biosphere tidak menghentikan penghapusan sampah;
teknologi tersebut mampu memanfaatkan sampah yang mudah terbakar untuk
menghasilkan listrik. Mesin biosphere mengubah partikel limbah ke dalam
uap yang sangat panas yang mampu menggerakan generator listrik. Oleh
karena itu, tidak harus menghadapi kerugian untuk menghilangkan sampah,
dengan teknologi biosphere, setiap orang akan diuntungkan dengan
penghapusan limbah karena menghasilkan listrik.
Kemampuan mesin biosphere menghasilkan energi sangat efisien bahkan
kemampuan menghilangkan limbah dengan aman lebih baik. Tingkat efisiensi
mampu sama bahkan melampaui tenaga batu bara dan minyak. Tenaga
gasifikasi biosphere karena memiliki potensi untuk menggantikan bentuk
pembangkit tenaga, khususnya yang berkontribusi terhadap polusi.
Model paling tinggi teknologi gasifikasi adalah biosphere MKV yang
dipatenkan oleh Ronald Shanne Flynn dari True Green Energy Group.
Biosphere MKV telah disetujui oleh pemerintah Filipina dan fasilitas
biosphere di Filipina sedang dilakukan di San Fernando, Pampanga.
Republik Asia telah dihormati karena menjadi yang pertama dengan
mengkampanyekan Biosphere Zero Waste yang bertujuan untuk menghapuskan TPA dengan mengubah semua sampah yang ditemukan menjadi listrik ramah lingkungan.
Bayangkan, satu fasilitas mesin biosphere mampu mendaur ulang 720 ton
sampah dan menghancurkan 172 ton sampah non-daur ulang per hari.
Ditemukannya teknologi biosphere ini mungkin dapat membantu pemerintah
dalam mengatasi sampah yang menumpuk di TPA.
Semoga menjadi inspirasi
Sumber: ezinearticles.com dan tgeg-asia.blogspot.com
Sistem mekanis pengomposan adalah pengolahan mekanis dalam tabung komposter dan dapat memperoleh kompos setiap hari dan tidak butuh lahan yang luas (100-150 m2). Mesin ini berkapasitas 2-3 ton/hari dapat mengolah sampah organik sebanyak 8-10 m3 perhari, kapasitas sedang dan kecil juga dapat dilayani dengan dibawah 1 ton/hari sampai 100 kg/hari. Kami tawarkan kerjasama [engelolaan atau dengan sistem beli putus bila tertarik, hub kami 081384588749 atau WA: 081218234570
Entri Populer
-
Republika, 29 Desember 2010 Sumber: http://www.bataviase.co.id/node/511467 BOGOR – Tempat Pengolahan dan Pern-proses Akhir Sampah (TPPAS...
-
JAKARTA, KOMPAS.com -- DKI Jakarta, dengan lebih dari sembilan juta populasi menghasilkan sampah hingga lebih dari 6.500 ton per hari. Sam...
-
oleh Robert Adhi Ksp Sampah acapkali menjadi persoalan dalam sebuah kota. Namun jika kita pandai mengelolanya, sampah bukan lagi produ...
-
BISNIS INDONESIA-JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu mendorong pengembangan industri jasa pengelola limbah bahan berbahaya dan be...
-
Jum'at, 18/11/2011, 08:41 WIB Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah di kawasan pemukiman, Pemprov DKI Jakarta...
-
KBR68H, Jakarta – Mulai tahun depan, Tempat Pembuangan Sampah harus bisa mengurai sampah. Untuk itu, Pemerintah berusaha meningkatkan nila...
-
Liputan6.com, Jakarta : Sampah masih saja menjadi persoalan bagi warga Jakarta. Selain tidak higienis, sampah yang menumpuk menyebabkan sa...
-
Apakah kalian tahu apabila sampah yang dihasilkan dan dibiarkan warga Jakarta menumpuk selama 2 hari maka akan sama dengan 1 Candi Borobu...
-
JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar sampah Enri Damanhuri menyatakan, kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun tiga tempat pengol...
-
Pada dekade terakhir beberapa peneliti di bidang pengelolaan limbah padat telah mengadakan penelitian tentang komposting Tandan Kosong K...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar